Hajar Aswad, Pusat Pusaran Thawaf di Masjidil Haram

Hajar Aswad adalah batu surga. Dulu berwarna putih susu, Namun karena dosa anak adam ia berubah menjadi hitam | Gen Rabbani

GenRabbani.com - "Aku tahu engkau hanyalah sebuah batu," ucap sahabat Umar bin Khattab sekali waktu. "Tidak dapat mendatangkan manfaat dan bahaya. Jika bukan karena aku melihat Rasulullah menciummu, tentu tidak akan kulakukan hal yang serupa." Itulah ucapan dari sahabat mulia Umar bin Khattab ra. tentang sebuah batu yang terletak di sudut selatan sebelah kanan pintu Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarramah.


Hajar Aswad di pojok kakbah | Genrabbani.com

Hajar Aswad, bukan sembarang batu. Ia merupakan batu surga.
Dulunya berwarna putih susu, Namun karena dosa anak adam ia
kemudian menjadi hitam, Hajar Aswad senantiasa diperebutkan
jamaah haji usai tawaf untuk mencium atau sekadar mengelusnya. Hajar Aswad diletakkan di ketinggian 1,10 meter. Di masa lampau, jauh sebelum terjadi beberapa kali pemugaran Ka'bah dan sekitarnya, Hajar Aswad merupakan satu batu dengan diameter lebih dari 30 sentimeter. Namun karena sebab-sebab tertentu, termasuk pencongkelan paksa oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, Hajar Aswad kini hanya berupa kepingan-kepingan yang direkatkan dalam satu bingkai cekung seukuran kepala manusia.


Berdesakan Untuk Mendekati Hajar Aswad


Berebut untuk mencium hajar aswad | Genrabbani.com

Mencium Hajar Aswad bukan termasuk wajib ataupun rukun haji. Ia hanyalah bagian dari sunah yang pernah dilakukan Nabi. Kala ribuan jamaah haji melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali, beberapa puluh orang di antaranya tampak memilih untuk berhenti, berdesakan, dan secara bergiliran mengecup batu mulia ini.

Hajar Aswad selalu ramai dikerumuni jamaah haji. Bahkan sesekali terlihat aksi saling dorong bahkan saling menyakiti. Demi mencium batu ini, jamaah haji kerap terlihat melakukan beberapa cara dan strategi.

Sebagian dari mereka rela berbaris menunggu antri. Secara perlahan barisan itu bertambah maju hingga tepat di mulut Hajar Aswad. Akibat antrian ini pula, tak jarang arus tawaf yang berdekatan dengan Ka'bah tersendat dan menambah suasana saling berdesakan.

Di sisi lain, ada beberapa orang yang memanfaatkan momen ini
dengan menawarkan jasa mengantar seorang haji agar bisa dengan cepat sampai di muka Hajar Aswad. Para “calo” itu biasanya menerapkan ongkos paling tidak 100 hingga 200 riyal, setara dengan 700 ribu rupiah. Mereka biasanya bertransaksi untuk memuluskan jalan dengan sedikit menghambat arus tawaf. Tak jarang di sekali waktu, pelaku yang berasal dari ragam negara itu diamankan para askar masjidil haram.

Aksi berdesakan dan sesekali terjadi saling dorong ini bukan lantas melulu diterjemahkan hanya dari sudut negatif. Di sekelilingnya tak henti menggema lantunan zikir dan pekikan takbir tiada henti, menunjukkan keikhlasan, menambah nilai keimanan.


Hikmah Dari Mencium Hajar Aswad

Berdoa didepan kakbah | Genrabbani.com

Mencium Hajar Aswad tidak pula hanya bisa ditafsirkan secara kasat mata. Mengecup batu yang dimuliakan Nabi ini hanyalah sekedar perlakuan simbolik. Di dalamnya dipercaya mengandung banyak ragam pesan. Hal ini bisa diukur dari sejarah panjang keberadaan Hajar Aswad dari masa ke masa.

Keberadaan Hajar Aswad di sudut Ka'bah diyakini bermula pada masa Nabi Ibrahim. Sewaktu membangun Baitullah itu, ia menyuruh putranya, Ismail untuk mengumpulkan batu-batu dari berbagai bukit dan gunung guna meninggikan bangunan Ka'bah. Setelah keseluruhan proses hampir selesai, Ibrahim menganggap  masih membutuhkan satu batu sebagai penanda. Kemudian Nabi Ismail menghadirkan Hajar Aswad. Nabi Ibrahim lantas mengecup batu tersebut, sebagaimana juga kemudian dilakukan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Kisah lain diceritakan pada masa pemugaran Ka'bah sebelum kenabian Muhammad. Meletakkan Hajar Aswad kembali ke tempatnya adalah salah satu bentuk kehormatan dan kebanggaan individu maupun kelompok. Atas keyakinan ini, tak jarang puluhan suku ternama di Makkah saling berselisih dan berebut kepercayaan. Hingga akhirnya hadir Muhammad muda, Sebagai juru damai, ideo beliau agar batu itu diletakkan di atas serban, lalu perwakilan dari setiap suku dipersilakan memegang masing-masing ujung kemudian secara bersamaan menggotongnya. Inilah peristiwa kali pertama Nabi digelari “Al-Amin”, sosok yang paling patut dipercaya. Kelanjutan kisah kemuliaan Hajar Aswad juga berlanjut hingga masa sahabat. Disebutkan bahwa Umar bin Khattab adalah orang yang pertama kali mengecualikan Hajar Aswad dari batu-batu yang pernah dijadikan sebagai simbol kemusyrikan. Umar meyakinkan dirinya bahwa mencium Hajar Aswad adalah bagian dari kesunnahan yang pernah dilakukan Rasulullah setiap usai bertawaf. Ada hikmah besar dalam tradisi mencium Hajar Aswad. Ia dipercaya sebagai salah satu tempat di sekitar Ka'bah yang mustajab. Doa-doa akan gampang terkabul. Di sisi lain, mencium Hajar Aswad juga diyakini sebagai simbol pelepasan dosa-dosa. 

Sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hikmah, bahwa batu yang dulu warnanya mengalahkan putihnya susu itu berubah menjadi hitam karena dosadosa manusia. Hajar Aswad menjadi sumbu atas dimulai dan diakhirinya tawaf. Di sanalah kerelaan penghambaan kepada Allah SWT bermula dan menyempurna. Hajar Aswad adalah saksi atas jutaan orang yang tengah memuji ke-Esaan Allah, bertawakkal, juga dengan sepenuh hati mengharapakan keridhoanNya. Wallahu A'lam.

COMMENTS

loading...
Nama

hewan,1,hoax atau bukan,1,ibadah,1,info,20,kabar makkah,1,kakbah,1,kiswah,1,lucu,4,mualaf,1,mutiara,7,palestina,2,produk,1,sholat dhuha,1,wanita,3,
ltr
item
Gen Rabbani: Hajar Aswad, Pusat Pusaran Thawaf di Masjidil Haram
Hajar Aswad, Pusat Pusaran Thawaf di Masjidil Haram
Hajar Aswad adalah batu surga. Dulu berwarna putih susu, Namun karena dosa anak adam ia berubah menjadi hitam | Gen Rabbani
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyeirrdp_hXsP0oGraAlOH92SwrXnp4n3oHRKis8jNjvNVZMIlmyCQMNbnVSmfxOs8bQedmcygrU3fXzEXOnzu2WNscAOrw3ie5yY5-jfKCjU37HcOzgv6CAc-fK4k4dvlizNqwIPBO1w/s640/hajar-aswad-genrabbani-com.jpg.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyeirrdp_hXsP0oGraAlOH92SwrXnp4n3oHRKis8jNjvNVZMIlmyCQMNbnVSmfxOs8bQedmcygrU3fXzEXOnzu2WNscAOrw3ie5yY5-jfKCjU37HcOzgv6CAc-fK4k4dvlizNqwIPBO1w/s72-c/hajar-aswad-genrabbani-com.jpg.png
Gen Rabbani
https://dnarabbani.blogspot.com/2017/07/hajar-aswad-pusat-pusaran-thawaf-di.html
https://dnarabbani.blogspot.com/
http://dnarabbani.blogspot.com/
http://dnarabbani.blogspot.com/2017/07/hajar-aswad-pusat-pusaran-thawaf-di.html
true
7990907643778338157
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home
loading...
Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy